Transnational Organized Crime

Secara umum, transnational organized crime bersifat:

  1. Dilakukan dilebih dari satu negara,
  2. Persiapan, perencanaan, pengarahan, pengawasan dan pengendalian mungkin saja dinegara yang berbeda,
  3. Melibatkan organized criminal group disuatu negara/memiliki jaringan dibeberapa negara lainnya,
  4. Berdampak serius pada negara lain.

Dalam artian bahwa, kejahatan ini merupakan tipe kejahatan yang terencana, terorganisir dan memerlukan persiapan yang matang. Kejahatan ini sistematis dan hierarki.

Sedangkan transnational crime, sudah pasti bahwa dia merupakan kejahatan yang lintas negara. Akan tetapi yang menjadi sorotan adalah apakah kejahatan yang dilakukan merupakan kejahatan terorganisir dengan persiapan yang matang, siapakah aktor yang menjalankannya, dan apakah mengandung unsur sitematis dan hierarki. Dalam transnational crime, kejahatan yang dilakukan cenderung tidak melibatkan banyak unsur dan tidak memiliki pola perencanaan yang matang serta manajemen yang tidak terorganisir. Ada juga kejahatan transnasional yang aktornya hanyalah individu/perseorangan. Salah satu contohnya yakni cyber crime. Yang dilakukan oleh individu tanpa melibatkan sindikat atau jaringan yang luas, serta tidak perlu menunggu persiapan yang matang dan terorganisir dengan baik, pada akhirnya, hasil yang dilakukan bisa berdampak pada negara lain. Seperti hacker atau pembobolan rahasia negara oleh perseorangan.

Ada juga penipuan kepailitan yang di PBB digolongkan transnational crime, akan tetapi jika dikaji lebih jauh bahwa dibeberapa kasus, kejahatan ini kebanyakan dilakukan oleh individu dan tidak melintasi batas negara. Sedangkan pertanyaan apakah kejahatan ini berdampak pada negara lain atau tidak, masih menjadi perdebatan.

Politik Internasional suatu negara dibatasi oleh suatu perbatasan, yang tidak hanya menandai wilayah tapi juga menandai system politik dan budaya politik , tingkat perkembangan ekonomi, dan system hukum yang berbeda. TOC dewasa ini dianggap telah mengancam kedaulatan, keamanan nasional, maupun kemanan global bagi negara-negara didunia. Fokusnya hanya pada arus perdagangan yang menawarkan laba bagi mereka. Dalam artian bahwa mereka melanggar dan merusak aturan hukum, yang berlaku disuatu negara, mereka juga menimbulkan ancaman dan menentang kekuasaan politik suatu negara. Oleh karena beberapa alasan diatas, seluruh negara dewasa ini tanpa terkecuali memusatkan perhatian dan menjadikan kejahatan ini sebagai prioritas utama. TOC menjadi agenda politik global dan memiliki pengaruh dalam hubungan internasional. Masing-masing negara tentunya memiliki sikap dalam menanggapi kejahatan ini baik melalui tuntutan langsung terhadap negara asal pelaku transnational crime ataupun dengan bekerjasama baik secara bilateral maupun melalui organisasi internasional dalam memberantas hal ini dan adapula yang saling clash dalam prakteknya. Sedemikian besarnya pengaruh TOC dalam dinamika politik internasional. Adapun yang menjadi studi kasus saya adalah perdagangan narkoba (drugs trafficking di Amerika Serikat hubungannya dengan kartel drugs di Meksiko dan bagaimana dinamika politik internasional antar kedua negara dalam hal ini). Dalam hal ini, Kartel Drugs di Meksiko merupakan kartel drugs yang sangat besar dan merupakan kartel Internasional. Kartel ini juga merupakan pemasok terbesar opium ke Amerika Serikat. Pemerintah Amerika Serikat, merisaukan hal ini dikarenakan dapat mengancam dan membahayakan keamanan nasional terutama dalam hal stabilitas politik dan stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, untuk menanggapi hal tersebut, Pemerintah Amerika Serikat kemudian mengagendakan ‘drugs war’ dan meminta pemerintahan Meksiko untuk melawan kartel dinegaranya sendiri. Dalam melancarkan agenda ini, Amerika Serikat kemudian memberikan bantuan dana kepada Pemerintah Meksiko. Pengaruh TOC ini terhadap dinamika politik internasional ditandai dengan diterimanya bantuan AS oleh Pemerintah Meksiko untuk melawan kartel tersebut yang kemudian menjelaskan bahwa Pemerintah Meksiko telah terintegrasi kedalam agenda politik AS.

Globalisasi ekonomi dewasa ini , telah membuat arus barang semakin mudah memasuki suatu negara. Tuntutan pasar juga membuat semakin meningkatnya intensitas produksi barang. Hal inilah yang menjadi peluang semakin meningkatnya kejahatan transnasional yang terjadi. Tidak terkecuali dengan drugs trafficking. Drugs saat ini merupakan produk global yang sangat signifikan dan pendapatannya mencapai US$500.000.000.000/tahun. Menunjukkan bahwa organisasi criminal ini beroperasi sukses diluar struktur otoritas dan kekuasaan politik dunia. Ekonomi Politik Internasional juga semakin menjadi rumit setelah hubungan yang kompleks antara pasar dan negara. Saya ingin menyandingkan sebuah contoh yang kemudian akan menjelaskan bahaya transnational organized crime terhadap pengaruhnya pada Ekonomi Politik Internasional. Banyaknya negara serta kemunculan banyaknya perusahaan-perusahaan transnasional membuat negara tidak lagi domain dalam sistem internasional. Pengaruh meningkatnya faktor ekonomi dalam politik internasional juga tidak dapat dipungkiri. Contohnya, ada perusahaan transnasional yang memiliki kekayaan melebihi kekayaan negara-negara di Eropa Timur, Afrika dan Asia. Hal ini dikarenakan mereka dapat mengurangi operasi mereka agar tidak melanggar kontrol hukum domestic dan hanya berkonsentrasi pada tujuan maksimalisasi keuntungan. Kegiatan ini membuat perusahaan transnasional menjadi sangat kuat tanpa melanggar hukum.

Dalam menghadapi kuatnya perusahaan transnasional, negara masih bisa mengontrol dan memonitor secara ketat atas beberapa operasi mereka yang notabene administrasinya melalui jalur hukum. Sekarang jika kita menggantikan perusahaaan transnasional yang legal dalam operasinya menjadi TOC yang sama sekali tidak legal dan sulit untuk diketahui sumbernya, ini akan berdampak serius pada perekonomian nasional dan keamanan nasional. Pendapatan TOC lebih besar daripada pendapatan suatu negarea, hal ini jelas-jelas akan mengancam integritas negara.

Sebagai hasil dari tindak criminal yang mereka lakukan, yang bisa menyerap dan menghasilkan mencapai milyaran dollar per tahun, barang tentu ekonomi nasional suatu negara akan terpengaruhi, begitu pula dengan keamanan nasional dan politiknya. Contohnya kartel narkoba yang ada di Kolombia (Madellin Kartel dan Kalus Kartel) mendapat kekuatan ekonomi yang melampaui anggaran total Pemerintah Peru dan Kolombia.  Kartel drugs ini juga menghabiskan uang untuk membiayai kampanye pemilu ditingkat lokal dan nasional. Carlos Lehder yang disebut-sebut sebagai raja drugs, bahkan membentuk partai politik yang bernama ‘Latin Nationalist Movement’. Sudah sangat terlihat jelas, dampak yang akan ditimbulkan jika mereka menguasai perekonomian dan kebijakan.

3 thoughts on “Transnational Organized Crime

  1. Saussurian mengatakan:

    Hahhh…??? Lagu yang mana yah?

  2. Saussurian mengatakan:

    Analisis yang menarik…. Hanya saja seandainya negara melegalkan drugs untuk di perdagangkan persaingan mungkin akan semakin ketat… D Belanda, peredaran ganja di letakkan. Nah untuk konteks Indonesia sendiri, bukankah Aceh merupakan ladang ganja yang paling signifikan?? Pelacuran saja bisa mendapatkan legalitasx dan mampu memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap APBN. Eksistensi pasar gelap tidak lepas juga dari back up orang besar yang ada dalam pemerintahan. Bukan kah logika ekonomi yang mengajarkan tentang keuntungan yang besar dan pengeluaran yang kecil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s