Gen Y (Generation Y) = Me ?

Generation Y. Nama yang asing bagiku saat pertama kali mendengarnya di meeting kantor. Para atasan menyebut-nyebut ku tergolong ke dalam generasi itu. Awalnya kupikir Gen Y adalah singkatan dari Generation Young atau Young Generation atau apalah. Ternyata tidak demikian.

Setelah di cek dan re-cek, ternyata generasi sebelumku juga memiliki nama panggilan masing-masing.

Generasi pertama yang lahir tahun 1901-1920 disebut “The Greatest Generation”. Generasi ini melahirkan Winston Churcill dan George W. Bush. Orang-orang besar di Amerika Serikat. Sehingga disebut “greatest”.

Generasi kedua disebut “Silent Generation”. Mereka lahir pada tahun 1921-1940. Disebut silent karena masa ini tidak melahirkan tokoh-tokoh besar.

Generasi berikutnya lahir pada tahun 1941-1956. Panggilannya keren menurutku, Baby Boomer”. Generasi ini lahir pasca Perang Dunia II. Mereka generasi terakhir zaman industri.

Panggilan generasi selanjutnya tidak kalah menarik, “Baby Buster”. Lahir tahun 1957-1969. Mereka juga biasa disebut “generasi moden”. Generasi ini berlawanan dengan baby boomers. Di zaman mereka, perang sudah berakhir. Para baby buster ini adalah tipe pekerja yang kuat, dan mereka cenderung mengabaikan keluarga dan minim kasih sayang. Generasi ini berada di masa perang dingin.

Memasuki tahun 1970-1985, Lahir generasi yang disebut Gen-X (Generation X). Nama ini berkembang di Inggris. Sekelompok pengkaji Inggris saat itu mendapati keanehan pada remaja di zaman ini. Ada 4 keanehan yang ditemui yakni:

–       They sleep together before marriage

–       They don’t believe in God

–       They don’t respect parents

–       They dislike Queen

Generation X ini lahir dari Generasi Baby Boomers yang kuat bekerja. Dimana bagi mereka uang dan karir menjadi keutamaan yang mengakibatkan lalainya waktu mereka untuk keluarga dan kurangnya kasih sayang mereka terhadap anak-anaknya. Gen-X adalah generasi yang tidak pandai mengasihi karena mereka tidak pernah merasakan kasih sayang.

(Note : Tidak selamanya yang terjadi di Inggris sama dengan yang terjadi di negara-negara lain. Gen X di Inggris berbeda dengan Gen X di Indonesia. Orangtua kita (bagi yang seumuran dengan saya) berbeda dengan Gen X di Inggris. Kita tidak kurang kasih sayang kan? I guess so)

Gen X ini terbagi pada dua sub gen yakni:

  1. Generasi MTV (Gen MTV) (1970-1980). Generasi ini adalah generasi peralihan sebelum memasuki generasi internet. Generasi ini besar dalam era 80-an. Generasi ini yang menyaksikan keruntuhan tembok Berlin, serta keruntuhan Uni Soviet. Pada generasi ini juga lahir generasi muda penggagas Yahoo & Google. Generasi ini adalah masa peralihan antara zaman industri dan zaman informasi.
  2. Gen Boomerang (1981-1985), merupakan generasi peralihan Gen X ke Gen Y. Generasi ini sempat merasakan akhir zaman generasi MTV. Generasi ini mulai memasuki zaman komputer dan internet. Ketika usia remaja, mereka diperkenalkan dengan teknologi tersebut. Zaman generasi ini muncul tatanan dunia baru (New World Order), mereka bergelut dengan ide-ide futuristik dan konsep gobalisasi. Generasi ini tidak lagi berpegang pada dunia industri.

Di tahun 1986-2001, lahirlah Gen Y (Generation Y). Ini generasiku, kata atasan di kantor. Generasi ini katanya lebih parah. Generasi ini berhadapan dengan pendidikan yang lebih mahal, terkenal dengan banyaknya perceraian dan rumah tangga yang berantakan. Generasi ini lahir pada zaman runtuhnya Uni Soviet, dan berkuasanya Amerika Serikat. Generasi Y ini adalah Generasi internet.

Generasi terakhir disebut-sebut sebagai Gen Z (Generation Z) (2001-…?). Generasi baru ini adalah generasi adik-adik kita yang berumur 9 tahun ke bawah. Mereka adalah generasi yang tidak bisa hidup tanpa handphone katanya.

Entah akan disebut apa lagi generasi yang akan datang. Tapi pada intinya, sekarang dunia berhadapan dengan generasi kita yang disebut sebagai generasi Y, generasi digital, “Echo Boomers” atau Generasi Millenium. (Namanya banyak banget yah). Gen Y ini cenderung bersikap mandiri, sangat visual dan tidak sabaran terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan selera dan kepribadian mereka yang unik.

Melihat kriteria tadi, sepertinya saya masuk Gen Y. Tapi tidak semua kriteria di atas saya benarkan. Karena setiap orang tidak bisa disamakan standardnya.

Pada akhirnya, setiap zaman pasti punya plus dan minus. Tergantung manusianya mau manfaatkan pengetahuannya untuk hal yang benar atau yang salah. Kita, yang termasuk dalam Gen Y, gunakan pengetahuan yang didapatkan untuk sebaik-baiknya kebaikan manusia.

That’s your choice guys…

(A.F., 20 Tahun…)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s