Aneh, dia tiba-tiba menghampiriku (19/9/13)

Ada sebuah rasa yang mendatangiku hari ini

Jiwaku yang merasa menangkap bayangnya

Entah datangnya dari arah mata angin mana

Dia juga tak diantar awan, badai, matahari atau hujan.

Yang kutau, aku tak mengundangnya.

 

Dia tak seramah rasa yang pernah hadir.

Seenaknya datang mengubrak abrik perabotan rasa di diriku.

Sungguh asing, dan aku benci merasakannya.

 

Jikalau nanti kau berniat datang lagi,

Kumohon urungkan saja niatmu.

Aku tak sanggup mengartikanmu.

 

Pergilah, ini saatnya aku terlelap.

Jangan mengganggu waktu berkualitasku.

Cari saja wadah lain yang bisa menampungmu.

 

Jika aku terbangun esok, ku harap kau sudah lenyap .

Ingat, jangan ada bekas.

Pergilah dalam diam dan senyap.

Enyahlah (tenanglah) dalam cahaya.

-A.F. (Benhil)-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s