Sepasang Merpati menuju keabadian

Malam ini, kau kembali memanggil sepasang merpati menuju sangkar abadi mereka di surga MU.

Meninggalkan rintihan anak-anak merpati mungil yang masih tertatih mengepakkan sayap tanpa panutan.

Yang kini tinggal berayah ibukan alam dan bertemankan angin yang mengisi setiap relung kosong jiwa mereka.

 

Sebagai pengamat, aku tak bisa meramal masa depan mereka.

Tapi satu hal yang kutahu pasti, sepasang merpati dari surga selalu mengawasi dan menuntun mereka dengan kicauan surgawinya.

Menghembuskan parfum kasturi dari langit dan menuntun malaikat-malaikat kecil itu dengan bisikan seribu bidadari surga.

Menghangatkan hari dingin bekunya dengan pelukan sayap-sayap lembut awan sebagai panglima langit yang senantiasa akan menjaga mereka.

 

Sepasang merpati itu kini menjadi abadi, menari-nari di air terjun surgawi.

Menunggu dengan pasti kehadiran anak-anak mereka sambil mengawasi dan memberi petunjuk mesti tak kasat mata.

(27 Oktober 2012)

Perjalanan Purwakarta-Benhil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s