Catatan di sela kegalauan teman

Ada satu ruang kosong di dalam sini.

Hampa, tapi tak kedap suara.

Teriakan kehampaannya terdengar di seluruh koridor aliran darah.

Pecah ke otak, jantung dan hati.

Ketika tak sanggup lagi menahannya, teriakan itu menjelma tangis.

Setiap butir airmata merupakan cerminan satu kenangan dan angan.

Yang seharusnya menguap terkena udara, kini malah memberi bekas.

Perih yang tak terjelaskan.

 

A.F

5 November 2011

Wisma A.L

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s